Halo sahabat selamat datang di website vitaminc.tech, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Pendarahan Pascamelahirkan: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dll oleh - vitaminc.tech, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Pendarahan pascamelahirkan adalah kondisi yang bisa dialami oleh wanita yang melahirkan normal melalui vagina ataupun yang melahirkan dengan operasi caesar. Pendarahan pascapersalinan dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang parah. Jika tidak ditangani dengan cepat, kondisi ini dapat menyebabkan organ tubuh tidak mendapatkan aliran darah yang cukup sehingga bisa menyebabkan kematian. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

pendarahan-pascamelahirkan-doktersehat

Apa Itu Pendarahan Pascamelahirkan?

Pada dasarnya kehilangan darah setelah melahirkan adalah sesuatu yang normal. Jika seorang wanita melahirkan normal, biasanya akan kehilangan darah sekitar 500 mililiter, sedangkan jika melakukan operasi caesar tubuh wanita biasanya akan kehilangan 800 â€" 1.000 mililiter. Pendarahan pascamelahirkan yang perlu diwaspadai jika Anda kehilangan lebih banyak darah dari yang seharusnya.

Pendarahan pascapersalinan yang tidak berhenti dari hari ke hari disertai pandangan kabur, kedinginan, atau merasa lemah adalah kondisi yang harus diwaspadai.

Penyebab Pendarahan Pascamelahirkan

Setelah bayi dilahirkan, rahim biasanya berkontraksi dan mendorong keluar plasenta. Proses kontraksi ini membantu menekan pembuluh darah tempat plasenta menempel. Jika rahim tidak berkontraksi cukup kuat, pembuluh darah ini bisa lepas sehingga menjadi penyebab paling umum pendarahan pascapersalinan.

Berikut adalah beberapa kondisi lain yang bisa menyebabkan pendarahan pascamelahirkan, antara lain:

  • Leher rahim atau jaringan vagina robek
  • Pembuluh darah di rahim robek
  • Mengalami hematoma
  • Gangguan pembekuan darah
  • Masalah plasenta
  • Ruptur uteri
  • Pembalikan rahim
  • Memiliki fibroid rahim

Kondisi Selama Persalinan

Selain beberapa penyebab seperti di atas, pendarahan pascamelahirkan juga bisa disebabkan oleh:

  • Persalinan caesar.
  • Mendapatkan anestesi umum. Ini adalah obat yang membuat Anda tertidur sehingga tidak merasakan sakit selama operasi. Jika tidak menjalani operasi caesar darurat, Anda mungkin memerlukan anestesi umum.
  • Mengonsumsi obat untuk menginduksi persalinan. Obat yang disebut Pitocin berguna untuk menginduksi persalinan. Pitocin adalah bentuk oksitosin buatan manusia, hormon yang dibuat agar tubuh memulai kontraksi.
  • Menjalani persalinan cepat atau berada dalam persalinan dalam waktu yang lama membuat Anda berisiko untuk mengalami pendarahan pascapersalinan.

Faktor Risiko

Beberapa wanita memiliki risiko lebih besar untuk mengalami pendarahan pascamelahirkan. Berikut adalah beberapa faktor risiko yang menyebabkan kondisi tersebut, antara lain:

  • Memiliki solusio plasenta
  • Mengalami plasenta previa
  • Kelebihan air ketuban
  • Kehamilan lebih dari satu janin
  • Memiliki tekanan darah tinggi saat hamil
  • Sudah banyak menjalani proses persalinan
  • Mengalami infeksi
  • Kegemukan
  • Melahirkan dengan forceps atau melahirkan vakum
  • Etnik Asia atau Hispanik

Jika Anda memiliki salah satu dari faktor-faktor risiko ini, dokter mungkinan akan mengambil tindakan pencegahan tambahan untuk mencegah pendarahan dan mengamati Anda lebih intens dalam 24 hingga 48 jam setelah melahirkan.

Risiko pendarahan pascamelahirkan tertinggi dalam 24 jam pertama setelah kelahiran disebut primary postpartum hemorrhage. Sementara pendarahan yang terjadi setelah 24 jam pertama kelahiran hal itu disebut secondary hemorrhage.

Gejala Pendarahan Pascamelahirkan

Gejala pendarahan pascapersalinan dapat terlihat seperti beberapa kondisi kesehatan lainnya. Berikut ini adalah beberapa gejala yang paling umum, antara lain

  • Pendarahan yang tidak terkendali.
  • Tekanan darah menurun.
  • Peningkatan detak jantung.
  • Penurunan jumlah sel darah merah.
  • Jika pendarahan pascamelahirkan berasal dari hematoma, pembengkakan dan rasa sakit pada vagina atau area sekitarnya bisa terjadi.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Pendarahan pascamelahirkan adalah kondisi yang serius karena bisa menyebabkan tekanan darah mengalami penurunan. Apabila tekanan darah terlalu rendah, organ tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup sehingga bisa menyebabkan kematian. Oleh karena itu, segera cari bantuan medis jika:

  • Pendarahan terjadi lebih dari satu pembalut selama satu jam dan tidak menunjukkan tanda-tanda berhenti
  • Penglihatan kabur
  • Panas dingin
  • Kulit basah
  • Detak jantung yang cepat
  • Pusing
  • Kelemahan
  • Mual
  • Perasaan lemah

Diagnosis Pendarahan Pascamelahirkan

Diagnosis yang bisa dilakukan dokter adalah meninjau riwayat kesehatan  dan melakukan pemeriksaan fisik. Beberapa tes lainnya yang mungkin disarankan dokter untuk membantu diagnosis, antara lain:

  • Mengukur denyut nadi dan tekanan darah.
  • Jumlah sel darah merah.
  • Faktor pembekuan dalam darah.
  • Perkirakan berapa banyak darah yang hilang.

Pengobatan Pendarahan Pascamelahirkan

Pada dasarnya perawatan pendarahan pascapersalinan adalah untuk menghentikan kondisi yang menyebabkan perdarahan sesegera mungkin. Beberapa perawatan yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Obat atau pijatan rahim untuk merangsang kontraksi.
  • Menghilangkan potongan plasenta yang tersisa di rahim.
  • Pemeriksaan rahim, jaringan panggul, vagina, dan vulva untuk mencari area yang mungkin perlu diperbaiki.
  • Bakri balloon atau foley catheter digunakan untuk memberi tekanan pendarahan yang terjadi di dalam rahim.
  • Laparotomi, prosedur bedah dengan membuat sayatan di dinding perut mungkin diperlukan untuk menemukan penyebab pendarahan pascamelahirkan.
  • Mengikat atau menyegel pembuluh darah yang berdarah. Ini dilakukan dengan menggunakan jahitan kompresi uterus, gel khusus, lem, atau coils.
  • Histerektomi, prosedur bedah untuk mengangkat rahim. Pada banyak kasus, ini adalah pilihan terakhir yang diambil.

Mengganti darah yang hilang dengan segera menjadi penting dalam mengobati pendarahan pascamelahirkan. Anda mungkin akan diberikan cairan infus dan darah intravena untuk mencegah syok. Jika penyebab pendarahan berhasil diatasi, Anda bisa pulih sepenuhnya.

Komplikasi Pendarahan Pascamelahirkan

Kehilangan banyak darah dengan cepat dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang parah. Jika kondisi ini tidak mendapatkan penanganan dengan cepat, hal itu bisa menyebabkan syok hingga kematian.

Pencegahan Pendarahan Pascamelahirkan

Semua wanita pasti menerima perawatan untuk membantu mencegah pendarahan pascapersalinan. Beberapa obat yang digunakan untuk mencegah perdarahan adalah misoprostol, ergometrine, carbetocin, atau kombinasi dari obat-obatan tersebut.

Sementara itu, beberapa pakar menyarankan ibu untuk mulai menyusui sesegera mungkin setelah lahir. Hal ini memungkinkan ibu untuk mengeluarkan oksitosin (natures Pitocin) untuk membantu kontraksi rahim dan mengeluarkan plasenta.

Setelah plasenta dikeluarkan, memastikan kandung kemih kosong juga dapat menghindari pendarahan pascamelahirkan.

 

  1. Anonim. Postpartum Hemorrhage
    https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=postpartum-hemorrhage-90-P02486. (Diakses pada 3 Juli 2020).
  2. Anonim. Postpartum Hemorrhage. https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?ContentTypeID=90&ContentID=P02486. (Diakses pada 3 Juli 2020).
  3. Anonim. POSTPARTUM HEMORRHAGE. https://www.marchofdimes.org/pregnancy/postpartum-hemorrhage.aspx#:~:text=Postpartum%20hemorrhage%20(also%20called%20PPH,to%205%20percent)%20have%20PPH. (Diakses pada 3 Juli 2020).
  4. Moldenhauer, Julie S. 2020. Postpartum Hemorrhage. https://www.msdmanuals.com/professional/gynecology-and-obstetrics/abnormalities-and-complications-of-labor-and-delivery/postpartum-hemorrhage. (Diakses pada 3 Juli 2020).
  5. Weiss, Robin Elise. 2019. How to Prevent Postpartum Hemorrhage. https://www.verywellfamily.com/postpartum-hemorrhage-2753097. (Diakses pada 3 Juli 2020).

Itulah tadi informasi mengenai Pendarahan Pascamelahirkan: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dll oleh - vitaminc.tech dan sekianlah artikel dari kami vitaminc.tech, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website vitaminc.tech, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar 15 Manfaat Buah Pala, Kandungan, Efek Samping (No. 7 Menggairahkan!) oleh - vitaminc.tech, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Manfaat buah pala sudah sejak zaman dahulu dikenal karena memiliki sifat aromatik, meningkatkan gairah seksual, dan penyembuhan. Selengkapnya ketahui kandungan nutrisi dan berbagai manfaat lainnya di bawah ini!

manfaat-buah pala-doktersehat

Kandungan Buah Pala

Buah pala dalam bentuk bubuk memiliki banyak kandungan nutrisi yang sangat bermanfaat, baik untuk pengobatan dan masakan.

Berikut kandungan buah pala dalam 100 gram:

  • Energi: 525 kkal
  • Karbohidrat: 49,29 gram
  • Protein: 5.84 gram
  • Lemak total: 36,31 gram
  • Serat makanan: 20,8 gram
  • Folat: 76 mikrogram
  • Niasin: 1.299 miligram
  • Pyridoxine: 0,160 miligram
  • Riboflavin: 0,057 miligram
  • Thiamin: 0,346 miligram
  • Vitamin A: 102 IU (international unit)
  • Vitamin C: 3 miligram
  • Sodium: 16 miligram
  • Kalium: 350 miligram
  • Kalsium: 184 miligram
  • Tembaga: 1,027 miligram
  • Zat besi: 3,04 miligram
  • Magnesium: 183 miligram
  • Mangan: 2,900 miligram
  • Fosfor: 213 miligram
  • Seng: 2,15 miligram
  • Beta-karoten: 16 mokrogram
  • Beta-kriptosantin: 90 mikrogram

Manfaat Buah Pala untuk Kesehatan Tubuh

Buah pala adalah rempah asli dari Pulau Maluku yang sering digunakan untuk bumbu masakan karena memiliki rasa pedas dan hangat. Selain menyedapkan rasa makanan, buah pala juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh karena kaya akan kandungan nutrisi.

Berikut ini berbagai manfaat buah pala untuk kesehatan:

1. Mengatasi Peradangan

Buah pala yang diekstrak dan diambil minyaknya memiliki cukup banyak manfaat karena mengandung komponen antiinflamasi atau peradangan. Seperti yang kita ketahui, peradangan yang cukup kronis dalam tubuh bisa menyebabkan masalah seperti diabetes hingga gangguan pada jantung.

Buah pala mengandung komponen antiinflamasi bernama monoterpenes. Komponen inilah yang mampu mencegah peradangan pada organ dalam tubuh. Meski begitu, khasiat buah pala masih memerlukan penelitian lebih lanjut, tetapi tidak adalah salahnya mencoba asal dalam penggunaan wajar.

2. Memiliki Antioksidan yang Kuat

Berkat komponen antioksidan yang sangat kuat, manfaat buah pala bisa mencegah masuknya radikal bebas penyebab berbagai penyakit. Komponen radikal bebas ini akan melindungi sel-sel terluar dari tubuh yang mudah sekali mengalami infeksi.

Komponen antioksidan kuat dalam biji pala adalah jenis phenolic termasuk di dalamnya protocatechuic, ferulic, dan kafein.

Khasiat dari antioksidannya dapat diperoleh jika menggunakan pala dalam bentuk serbuk yang dicampur dengan makanan. Efek lain yang lebih kuat bisa didapatkan kalau menggunakan minyak esensial dari ekstrak biji pala yang sudah kering.

3. Menjaga Kesehatan Jantung

Berdasarkan penelitian pada hewan, ekstrak buah pala diketahui mampu menjaga kesehatan jantung. Fungsi ini didapatkan karena buah pala mampu mencegah peningkatan kadar kolesterol. Selain itu, peningkatan trigliserida juga bisa dihindari sehingga kondisi jantung tetap sehat.

Sedangkan penelitian yang dilakukan pada manusia memang belum ada sampai sekarang. Meski demikian, beberapa orang tetap menggunakannya entah sebagai campuran obat herbal atau untuk campuran masakan saja. Terlepas dari fungsinya untuk tubuh, khasiat buah pala tetap bisa diandalkan untuk memberikan rasa nikmat pada makanan.

4. Antibakteri

Komponen antibakteri juga bisa didapatkan di dalam biji pala yang diekstrak atau dikonsumsi secara langsung setelah haluskan. Komponen antibakteri yang dimiliki buah pala mampu membunuh beberapa jenis bakteri yang berbahaya, bahkan bakteri yang bisa menyebabkan kematian.

Khasiatnya baru dilakukan penelitian di laboratorium dengan menggabungkan ekstrak buah pala dengan bakteri spesifik. Penelitian pada manusia masih belum dilakukan hingga sekarang. Meski begitu, manfaat buah pala dalam bentuk ekstrak sudah banyak digunakan untuk mengatasi dan mencegah infeksi bakteri yang terjadi di mulut.

5. Meningkatkan Suasana Hati (Mood) 

Penelitian tentang efek dari ekstrak buah pala untuk suasana hati atau mood dari manusia memang belum banyak dilakukan. Namun, dari penelitian yang dilakukan pada beberapa jenis tikus didapatkan data kalau khasiat buah pala bisa digunakan sebagai antidepresan. Tikus yang dibuat stres diberi ekstrak mengalami perubahan mood yang lebih stabil.

Meski penelitian sebatas pada hewan, tidak ada salahnya untuk menggunakan biji pala untuk memperbaiki mood. Misal digunakan sebagai campuran teh herbal untuk membuat pikiran jadi lebih tenang apalagi wanita yang sedang mengalami menstruasi. Biasanya mood mereka akan mengalami gangguan yang cukup besar.

6. Mengontrol Gula Dalam Darah

Satu penelitian pada mencit menghasilkan bahwa penggunaan ekstrak biji pala bermanfaat menurunkan kadar gula darah. Bahkan, fungsi dari pankreas yang bekerja untuk menghasilkan pankreas sehingga gula darah bisa digunakan oleh tubuh.

Meski sampai saat ini belum ada penelitian pada manusia yang dipublikasikan, namun kemungkinan besar manfaat buah pala memberikan efek yang sama yaitu mengatasi masalah gula darah yang berlebihan.

Kalau hal ini terbukti dengan jelas, bukan tidak mungkin jika buah pala bisa digunakan untuk menjadi obat herbal untuk mengatasi dan mencegah diabetes tipe 2.

7. Meningkatkan Gairah Seksual

Salah satu khasiat buah pala yang cukup hebat meski belum banyak yang mengetahuinya adalah kemampuannya dalam mengatasi masalah seksual. Berdasarkan penelitian pada hewan didapatkan fakta bahwa ekstrak biji pala bisa meningkatkan libido dan aktivitas seksual dibandingkan yang tidak diberi ekstrak biji pala.

Bahkan, beberapa pengobatan tradisional di Asia Selatan banyak menggunakan buah pala untuk mengatasi disfungsi seksual. Biji pala ini memiliki kemampuan untuk menstimulasi sistem saraf yang dimiliki oleh tubuh sehingga gangguan kemampuan seksual bisa diatasi.

Penggunaan buah pala tidak akan memberikan khasiat langsung dan harus dibantu dengan olahraga dan perubahan pola makan yang sehat.

8. Membantu Melindungi Hati

Buah pala kaya akan myrislignan, yang dapat membantu mengobati gangguan hati dan cedera. Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa ekstrak buah pala dapat membantu mengobati peradangan hepatitis.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, buah ini memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu mengobati peradangan hati. Tak hanya itu saja, manfaat buah pala juga dapat membantu menghilangkan racun dalam tubuh, terutama di hati.

9. Mengontrol Tekanan Darah dan Sirkulasi Darah

Buah pala memang sangat berkhasiat selain karan nutrisinya juga karena kaya akan mineral seperti kalsium, kalium, mangan, dan zat besi, yang semuanya membantu mengontrol tekanan darah dan meningkatkan sirkulasi darah.

Beberapa mineral ini memiliki khasiat untuk mengurangi stres, dan selanjutnya bisa mengendurkan pembuluh darah dan membantu mengendalikan tekanan darah.

10. Mengatasi Maag

Buah pala diketahui memiliki khasiat obat yang mampu mengobati sakit maag atau tukak lambung, merupakan gejala penyakit yang menyerang lambung akibat terjadi luka atau peradangan di lambung yang menyebabkan sakit, mulas, dan perih pada perut.

Tidak sedikit orang menambahkan rempah-rempah ini ke dalam makanan karena bisa membantu mengatasi masalah pencernaan dengan mudah. Terkadang, bubuk pala ditambahkan ke dalam makanan penutup dengan alasan yang sama.

Baca Juga: 15 Manfaat Cengkeh bagi Kesehatan (No. 9 Khusus untuk Pria)

11. Mengatasi Diare

Selain mengatasi maag, khasiat buah pala juga bisa membantu mengatasi masalah pencernaan lainnya, yaitu membantu untuk mengobati diare.

Buah pala memiliki bahan kimia dengan sifat karminatif, yang membantu mengeluarkan udara dari dalam pencernaan. Cara terbaik untuk mengonsumsi buah pala untuk mengobati diare adalah menambahkan bubuk pala ke dalam air dingin.

12. Mengobati Insomnia

Buah pala juga memiliki khasiat untuk mengobati insomnia alias susah tidur. Menambahkan pala dalam segelas susu hangat telah terbukti menyebabkan kantuk pada kebanyakan orang. Tidak sedikit orang tua memberikan susu hangat kepada anak-anaknya dengan sedikit bubuk pala ke dalamnya.

Cara tersebut adalah tradisi sejak dulu yang telah diturunkan dari generasi ke generasi karena pada kenyataannya sangat efektif. Pala memiliki kemampuan merangsang untuk tidur adalah cara organik dan sehat untuk mengobati insomnia.

13. Menghilangkan Bau Mulut hingga Gigi Berlubang

Bau mulut adalah aroma yang tidak sedap akibat racun dan bakteri yang tumbuh berlebihan dalam tubuh. Nah, buah pala diketahui memiliki sifat antibakteri dan antimikroba, yang dapat membantu membersihkan mulut.

Salah satu minyak esensial yang ditemukan dalam pala adalah eugenol yang juga mampu membantu meredakan sakit gigi. Selain itu ada macelignan, bahan kimia dalam pala untuk membantu mencegah gigi berlubang.

14. Membantu Menghilangkan Rasa Sakit

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, buah pala memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu meringankan rasa sakit dan ketidaknyamanan. Buah ini memiliki bahan kimia seperti myristicin, elemicin, safrole, dan eugenol yang membuatnya berkhasiat untuk mengobati rasa sakit.

Bahan kimia ini dapat ditemukan dalam minyak pala, yang memiliki beberapa manfaat, termasuk mengobati pembengkakan, peradangan, nyeri sendi, kejang otot, nyeri, dan luka.

15. Bagus untuk Kecantikan Kulit

Khasiat buah pala selain untuk mengatasi masalah kesehatan, juga bisa untuk kecantikan kulit. Ada banyak khasiatnya untuk wajah dan kulit.

Buah pala mengandung banyak sifat antimikroba dan antiinflamasi yang bisa membantu menjaga kulit tetap sehat, kenyal, mencegah penyumbatan pori-pori, dan komedo. Pala juga berfungsi sebagai lulur wajah yang bagus.

Cara terbaik untuk menggunakan buah pala pada kulit adalah dengan mencampur bubuk pala dengan madu, kemudian gosokkan secara lembut pada kulit.

Efek Samping Buah Pala

Meskipun sangat bermanfaat untuk kesehatan, terlalu banyak mengonsumsi rempah-rempah ini dapat memiliki efek buruk pada tubuh.

Berikut ini beberapa efek samping buah pala jika dikonsumsi berlebihan:

  • Reaksi gastrointestinal. Meski buah pala baik untuk pencernaan dan mengobati diare, namun jika mengonsumsinya secara berlebihan dapat memicu reaksi pencernaan seperti diare, kembung, dan bahkan sembelit.
  • Efek halusinasi. Myristicin, bahan kimia dalam pala memiliki efek menenangkan pada sel-sel saraf otak, tetapi jika terlalu banyak mengonsumsinya telah terbukti memiliki efek halusinasi.
  • Palpitasi. Mengonsumsi buah pala dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan peningkatan detak jantung.
  • Mempengaruhi kehamilan. Terlalu banyak mengonsumsi pala juga dapat memiliki efek buruk pada ibu hamil dan janin. Efek samping ini, termasuk halusinogen yang mungkin berbahaya bagi janin, menghambat produksi prostaglandin (yang penting dalam proses persalinan dan menyebabkan keguguran).

_

Itu dia sejumlah khasiat buah pala untuk kesehatan tubuh, kandungan nutrisi, dan efek sampingnya bagi tubuh.

Jika tertarik mengonsumsinya untuk pengobatan atau untuk menjaga kesehatan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu tentang kondisi kesehatan, riwayat medis, alergi (gatal, pembengkakan, dan sesak napas), dan dosis buah pala.

Semoga ulasan di atas bisa Anda gunakan sebagai rujukan dan menambah pengetahuan tentang manfaat rempah-rempah ya, Teman Sehat!

 

  1. Anonim. Tanpa Tahun. Nutmeg nutrition facts. https://www.nutrition-and-you.com/nutmeg.html. (Diakses pada 29 Juni 2020)
  2. Borah, Plavaneeta. 2016. 7 Incredible Nutmeg Benefits: From Inducing Sleep to Relieving Pain. https://food.ndtv.com/food-drinks/7-incredible-nutmeg-benefits-from-inducing-sleep-to-relieving-pain-1464121. (Diakses pada 29 Juni 2020)
  3. Kubala, Jillian. 2019. 8 Science-Backed Benefits of Nutmeg. https://www.healthline.com/nutrition/nutmeg-benefits#section7. (Diakses pada 29 Juni 2020)
  4. Mrunal. 2019. Benefits of Nutmeg â€" Know How This Spice Can Make Your Family’s Life Better. https://parenting.firstcry.com/articles/benefits-of-nutmeg-know-how-this-spice-can-make-your-familys-life-better/. (Diakses pada 29 Juni 2020)

Itulah tadi informasi mengenai 15 Manfaat Buah Pala, Kandungan, Efek Samping (No. 7 Menggairahkan!) oleh - vitaminc.tech dan sekianlah artikel dari kami vitaminc.tech, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website vitaminc.tech, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Risiko COVID-19 pada Bayi Baru Lahir, Apakah Bisa Tertular? oleh - vitaminc.tech, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Coronavirus disease atau COVID-19 menular melalui droplet (percikan ludah) yang mengandung virus atau melalui kontak dengan permukaan yang terkena droplet. Virus ini dapat masuk melalui mukosa saluran seperti hidung, mulut, dan mata. Lalu, bagaimana jika droplet tersebut mengenai bayi? Apakah bayi dapat tertular COVID-19?

risiko-covid-19-pada-bayi-baru-lahir-doktersehat

Risiko COVID-19 pada Bayi Baru Lahir

Dilansir dari CDC (Center for Disease Control and Prevention), penyebaran COVID-19 pada bayi baru lahir dapat saja terjadi melalui droplet yang ditularkan dari orang sekitar, seperti ibu/ayah, pengasuh, tenaga kesehatan, atau pengunjung yang mengidap COVID-19.

Di sisi lain, masih belum ada bukti kuat yang mendukung penularan dari ibu ke bayi selama dalam masa kehamilan atau pada saat proses melahirkan.

Hal ini selaras dengan pernyataan dari WHO bahwa sampai saat ini belum ada bukti atau laporan tentang transmisi vertikal COVID-19 dari ibu ke janin. CDC juga menegaskan bahwa virus SARS-CoV-2 tidak ditemukan pada cairan ketuban.

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) juga mempublikasikan hasil penelitian kecil yang mereka lakukan. Seluruh responden dalam penelitian yang merupakan ibu hamil terinfeksi COVID-19 dilaporkan melahirkan bayi sehat tanpa terinfeksi COVID-19.

Kesimpulan sementara yang dapat ditarik adalah belum ada risiko penularan virus corona dari ibu hamil ke janin selama masa kandungan.

Apakah Bayi Baru Lahir Bisa Tertular dari Ibu yang Positif COVID-19?

Seperti yang dikemukakan di atas, kemungkinan bayi untuk terinfeksi SARS-CoV-2 adalah melalui droplet yang dapat ditularkan setelah bayi lahir. Jadi, apabila ibu terkonfirmasi positif COVID-19 berdekatan dengan bayi, tentu droplet dari ibu bisa saja menjadi media penularan ke bayi.

Lalu, bagaimana dengan ibu yang menyusui bayinya dengan ASI?

WHO menerangkan bahwa tidak ditemukan virus SARS-CoV-2 pada ASI ibu yang terkonfirmasi COVID-19.

Walaupun sampai sejauh ini virus corona pada dasarnya tidak terdeteksi dalam ASI, penularan bisa tetap terjadi melalui kontak fisik ibu berstatus positif COVID-19. Sehingga, ibu yang terkonfirmasi COVID-19 disarankan untuk memberikan ASI kepada bayi dalam bentuk ASI perah menggunakan botol susu yang steril.

Gejala COVID-19 pada Bayi

Berdasarkan data yang dihimpun CDC, bayi 0-12 bulan merupakan rentang usia yang memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita gejala berat COVID-19 dibandingkan anak dengan usia lebih tua. Namun, informasi terkait gejala klinis dan derajat keparahan COVID-19 pada bayi masih sangat terbatas dan baru dilaporkan pada sedikit laporan kasus.

Gejala COVID-19 pada bayi kurang lebih mirip dengan orang dewasa, seperti:

  • Demam
  • Batuk
  • Pilek
  • Diare
  • Lemas
  • Napas cepat
  • Sesak
  • Nafsu makan menurun

Pada beberapa kasus yang dilaporkan oleh CDC, sejauh mana infeksi SARS-CoV-2 berkontribusi terhadap tanda-tanda infeksi dan komplikasi masih belum jelas karena gejala â€" gejala tersebut juga dapat ditemukan pada penyakit lain di bayi, seperti transient tachypnea of newborn, sindrom distress pernapasan pada bayi, dll.

Berdasarkan laporan kasus tersebut, mayoritas bayi cukup bulan (usia kehamilan 37 minggu) hanya memiliki gejala ringan dan sembuh tanpa komplikasi atau bahkan tidak bergejala sama sekali.  Dilaporkan pula terdapat bayi dengan positif COVID-19 menderita gejala parah hingga membutuhkan ventilator.

Tata Laksana Bayi Tetap Sehat dari Ibu Positif/PDP/ODP COVID-19

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada Maret 2020 merilis Panduan Klinis Tata laksana COVID-19. Panduan ini berisi prinsip-prinsip yang perlu dilakukan dalam merawat bayi baru lahir dari ibu berstatus positif COVID-19, PDP (Pasien Dalam Pengawasan), dan ODP (Orang Dalam Pengawasan).

Tata Laksana Bayi Sehat yang Lahir dari Ibu Positif COVID-19

  • Bayi sehat yang lahir dari ibu terkonfirmasi COVID-19 masuk dalam kriteria kontak erat risiko tinggi
  • Bayi dilakukan swab pada hari ke-1 dan ke-14 untuk pemeriksaan SARS-CoV-2
  • Bayi dirawat terpisah dari ibu, sampai ibu dinyatakan sembuh oleh dokter yang merawat (sesuai dengan kriteria yang berlaku)
  • ASI tetap diberikan kepada bayi dalam bentuk ASI perah
  • Pompa ASI hanya digunakan oleh ibu tersebut dan dilakukan pembersihan pompa setelah digunakan
  • Kebersihhan peralatan untuk memberikan ASI perah harus diperhatikan
  • Dukungan kesehatan mental dan psikososial diberikan untuk ibu dan keluarga
  • Bayi dimonitor ketat dan perlu difollow up hingga pulang
  • Jika bayi menunjukkan gejala, bayi dirawat sebagai PDP di ruang isolasi tekanan
  • Jika tidak memungkinkan, bayi dirawat di ruang isolasi (satu ruang sendiri)

Tata Laksana Bayi Sehat yang Lahir dari Ibu PDP

  • Bayi sehat yang lahir dari ibu PDP masuk dalam kriteria kontak erat risiko rendah dan tidak perlu dilakukan swab pada bayi
  • Bayi dirawat terpisah dari ibu, sampai diketahui hasil pemeriksaan SARS-CoV-2 ibu negatif
  • ASI tetap diberikan kepada bayi dalam bentuk ASI perah
  • Pompa ASI hanya digunakan oleh ibu tersebut dan dilakukan pembersihan pompa setelah digunakan
  • Kebersihan peralatan untuk memberikan ASI perah harus diperhatikan
  • Bayi dimonitor ketat dan perlu difollow up hingga pulang
  • Dukungan kesehatan mental dan psikososial diberikan untuk ibu dan keluarga 

Tata Laksana Bayi Sehat yang Lahir dari Ibu ODP

  • Tidak perlu dilakukan swab pada bayi
  • Bayi sehat dirawat gabung dan bisa menyusu langsung dari ibu, dengan melaksanakan prosedur perlindungan saluran napas dengan baik, antara lain menggunakan masker bedah, menjaga kebersihan tangan sebelum dan setelah kontak dengan bayi, dan rutin membersihkan area permukaan dimana ibu telah melakukan kontak
  • Dalam keadaan tidak bisa menjamin prosedur perlindungan saluran napas dan pencegahan transmisi melalui kontak, maka bayi diberikan ASI perah. 

Pencegahan COVID-19 pada Bayi

Berikut ini hal yang perlu dilakukan untuk bisa mencegah penularan COVID-19 pada bayi:

  • Usahakan tetap memberikan ASI kepada bayi. ASI mendung nutrisi dan antibodi yang berperan penting dalam memperkuat kekebalan tubuh si kecil
  • Cuci tangan menggunakan air dan sabun mengalir sebelum dan sesudah kontak dengan bayi, seperti menggendong, menyusui, mengganti pakaian/popok
  • Jauhkan bayi dari orang yang sedang sakit
  • Gunakan masker apabila Anda sebagai orang tua atau pengasuh sedang mengalami gejala batuk/pilek, dan kurangi paparan kontak dengan bayi
  • Terapkan etika batuk/bersin dengan baik, tutup dengan lengan atas bagian dalam atau gunakan tisu dan segera buang tisu tersebut

 

Informasi kesehatan ini disponsori:
logo-cimsa-ugm-doktersehat

 

  • American College of Obstetricians and Gynecologists, 2020. Practice Advisory Novel Coronavirus 2019. https://www.acog.org/clinical/clinical-guidance/practice-advisory/articles/2020/03/novel-coronavirus-2019
  • Center for Disease Control and Prevention, 2020. Evaluation and Management Considerations for Neonates at Risk of COVID-19.  https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/hcp/caring-for-newborns.html
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia, 2020. Panduan Klinis Tatalaksana COVID-19 pada Anak Edisi 2.
  • World Health Organization. Coronavirus disease 2019 (COVID-19) situation report-59. 2020. https://www.who.int/docs/default-source/coronaviruse/situation-reports/20200315-sitrep-59-covid-19.pdf?sfvrsn=33daa5cb_6

Itulah tadi informasi mengenai Risiko COVID-19 pada Bayi Baru Lahir, Apakah Bisa Tertular? oleh - vitaminc.tech dan sekianlah artikel dari kami vitaminc.tech, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website vitaminc.tech, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri): Cara Cegah Kanker Payudara oleh - vitaminc.tech, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) dilakukan untuk mencegah kanker payudara. Pemeriksaan ini disarankan untuk semua wanita sebulan sekali sekitar 7-10 hari sesudah menstruasi. Ketahui apa itu SADARI, cara pemeriksaan payudara sendiri, dan tips menjaga kesehatan payudara.

SADARI-doktersehat

Apa Itu SADARI?

Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) adalah pemeriksaan mandiri yang dilakukan oleh wanita untuk mengecek apakah ada perubahan atau kelainan pada payudara. Tujuan dari SADARI adalah untuk memeriksa apakah ada benjolan, masalah pada jaringan payudara, atau tanda-tanda lain yang mungkin gejala kanker payudara awal.

Pemeriksaan payudara sendiri direkomendasikan untuk semua wanita mulai dari usia 20 tahun. Periksa payudara sendiri dapat membantu mencegah kanker payudara dengan cara mengidentifikasi kanker payudara sejak awal sehingga perawatan dan pengobatan dapat dilakukan sebelum kanker menyebar lebih parah.

Mengapa Harus Melakukan SADARI?

Pemeriksaan payudara sendiri dilakukan untuk meningkatkan kesadaran kesehatan payudara serta mencegah bahaya kanker payudara sejak dini. Wanita yang periksa payudara sendiri akan memahami apakah ada benjolan di payudara atau tanda-tanda lainnya yang mengarah pada risiko kanker payudara.

Sebagian besar pasien kanker payudara baru memeriksakan keadaannya saat sudah berada di stadium kanker lanjut. Maka dari itu, pemeriksaan payudara ini dianggap menjadi langkah awal yang tepat untuk membantu mendeteksi kanker payudara karena setiap wanita akan mengerti bila ada yang tidak normal di payudaranya.

Sejumlah wanita melaporkan tanda-tanda kanker payudara sejak awal setelah melakukan pemeriksaan payudara mandiri. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk diagnosis kanker payudara atau gangguan lainnya. Tindakan ini membantu perawatan dan pengobatan sebelum kondisi pasien memburuk.

Kapan Harus Melakukan SADARI?

Setiap wanita sejak usia 20 tahun disarankan untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri satu bulan sekali. Berdasarkan rekomendasi dari Yayasan Kanker Indonesia, SADARI sebaiknya dilakukan 7-10 setelah menstruasi. Keseluruhan pemeriksaan hanya membutuhkan waktu sekitar 7 menit.

Sebaiknya tidak periksa payudara sendiri saat sedang menstruasi karena Anda sedang mengalami perubahan hormon yang menyebabkan perubahan jaringan payudara. Payudara cenderung akan membengkak dan mengencang jadi Anda tidak mendapatkan kondisi payudara yang sebenarnya.

Baca Juga: Kanker Payudara: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll

Cara Pemeriksaan Payudara Sendiri

Berikut ini cara periksa payudara sendiri untuk deteksi dini kanker payudara berdasarkan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia:

1. SADARI di Depan Cermin

Pahami cara memeriksa payudara di depan cermin, yaitu:

Posisi Pertama

  • Berdiri tegak di depan cermin, lepaskan pakaian bagian atas.
  • Setelah itu, angkat kedua lengan ke atas lalu tekuk siku. Letakan tangan di belakang kepala dan dorong siku ke depan.
  • Amati bila ada perubahan atau kelainan pada payudara, termasuk bentuk payudara, puting, dan permukaan kulit payudara.
  • Jangan khawatir bila ukuran payudara yang kanan dan kiri tidak simetris, itu normal.

Posisi Kedua

  • Letakan tangan di pinggang dan condongkan bahu ke depan.
  • Dorong kedua siku ke depan sambil mengencangkan otot dada.
  • Amati kondisi payudara dalam keadaan seperti menggantung.
  • Cermati semua permukaan payudara termasuk bagian bawah, puting, hingga di sekitar ketiak.

Posisi Ketiga

  • Angkat lengan kiri ke atas
  • Lalu, tekuk siku kiri dan sentuh bagian atas punggung atau bahu
  • Tangan kanan memeriksa payudara bagian kiri termasuk bagian bawah payudara dan sekitar ketiak.
  • Gunakan ujung jari tangan kanan untuk meraba payudara dalam gerakan ke atas dan bawah, lalu gerakan melingkar, dan gerakan lurus dari ujung payudara ke puting.
  • Ulangi teknik tersebut untuk memeriksa payudara kanan dengan tangan kiri.

Posisi Keempat

  • Berdiri tegak.
  • Periksa puting dengan cara mencubit kedua puting dengan lembut.
  • Perhatikan bila ada cairan yang keluar.
  • Bila tidak ada cairan, berarti payudara normal.
  • Bila ada cairan, sebaiknya segera konsultasi ke dokter.

Baca Juga: 8 Ciri-Ciri Kanker Payudara yang Mudah Dikenali (Hati-Hati)

2. SADARI saat Mandi

Anda juga dapat melakukan pemeriksaan payudara sendiri, langkah-langkahnya:

  • Gunakan busa sabun untuk memudahkan pergerakan tangan untuk merasakan bila ada benjolan di payudara.
  • Angkat tangan kanan ke atas dan letakan di belakang kepala.
  • Gunakan tangan kiri untuk meraba payudara kanan.
  • Lakukan gerakan melingkar dengan lembut di seluruh permukaan payudara.
  • Tekan dengan lembut bagian payudara.
  • Rasakan bila Anda benjolan atau tanda-tanda yang tidak biasa lainnya.
  • Ulangi gerakan untuk memeriksa payudara sisi satunya lagi.

3. SADARI dalam Posisi Berbaring

Siapkan bantal dan losion atau minyak esensial.

  • Letakan bantal di bawah pundak dan berbaring.
  • Posisikan tangan kanan di bawah kepala.
  • Periksa payudara kanan dengan tangan kiri yang sudah diberi losion atau minyak esensial.
  • Lakukan gerakan melingkar dari titik jam 12 ke titik angka 1 dan lanjutkan gerakan satu lingkaran.
  • Ulangi gerakan pada bagian payudara lainnya.
  • Jangan lupa untuk memeriksa bagian putik dan ketiak juga.

Periksa payudara dengan tekanan ringan, sedang, lalu sedikit kuat. Tekan bagian puting susu juga dan amati apakah ada cairan yang keluar. Bila Anda merasakan adanya benjolan, jangan panik dan sebaiknya selesaikan dulu pemeriksaan kedua payudara.

Ciri Payudara Tidak Normal

Tujuan SADARI adalah untuk menemukan adanya masalah pada payudara, termasuk:

  • Benjolan
  • Perubahan ukuran payudara
  • Perubahan permukaan kulit di payudara, apabila kulit mengerut seperti kulit jeruk
  • Cairan dari puting payudara
  • Penebalan kulit
  • Nyeri payudara
  • Benjolan keras di lengan atas atau ketiak
  • Benjolan lain di sekitar leher
  • Bengkak, gatal, luka, bersisik, merah, atau payudara terasa hangat
  • Perubahan lain pada payudara yang tidak dapat dijelaskan dan sebelumnya tidak ada

Apabila Anda menemukan tanda-tanda tersebut di payudara, segera konsultasi ke dokter. Dokter akan memeriksa secara medis termasuk termasuk pemeriksaan payudara klinis, mammogram dan ultrasound.

Itulah pembahasan lengkap tentang apa itu SADARI dan cara melakukannya. Pemeriksaan payudara sendiri dapat membantu wanita untuk mengenali payudaranya sendiri sehingga dapat memeriksakan diri lebih awal bila ditemukan gejala kanker payudara.

 

  1. Breast Cancer Care Alliance MRCCC Siloam Hospitals Semanggi. 2019. Cara Mudah Deteksi Kanker Payudara dengan SADARI dan SADANIS. https://www.siloamhospitals.com/Contents/News-Events/Advertorial/2019/11/05/02/22/Cara-Mudah-Deteksi-Kanker-Payudara-dengan-SADARI-dan-SADANIS. (Diakses pada 25 Juni 2019).
  2. Kemenkes. 2016. Enam Langkah SADARI untuk Deteksi Dini Kanker Payudara. http://p2ptm.kemkes.go.id/artikel-sehat/enam-langkah-sadari-untuk-deteksi-dini-kanker-payudara. (Diakses pada 25 Juni 2019).
  3. MayoClinic. 2020. Breast self-exam for breast awareness. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/breast-exam/about/pac-20393237. (Diakses pada 25 Juni 2019).
  4. Ula, Zumrotul, SST.,M.Kes. 2019. SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) Sebagai Deteksi Dini Kanker Payudara. https://stikessurabaya.ac.id/2019/04/23/sadari-pemeriksaan-payudara-sendiri-sebagai-deteksi-dini-kanker-payudara/. (Diakses pada 25 Juni 2019).

Itulah tadi informasi mengenai SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri): Cara Cegah Kanker Payudara oleh - vitaminc.tech dan sekianlah artikel dari kami vitaminc.tech, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.